soul

soul
don't let the rain fall

Mengenai Saya

Foto saya
tentukan... temukan...perjuangkan...pertahankan... semua hal yang ingin kau dapatkan, cita-citakan, impikan...
Tampilkan postingan dengan label family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label family. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Februari 2011

Kembali berkhayal..

Aku ingat kembali. Apa yang dulu sering kita lakukan bersama-sama. Apa yang selalu kita agungkan bersama-sama. Apa yang menjadi minyak dalam kobaran api semangat kita..

Suatu malam ketika ku sedang berbicang seru dengan bintang dan bulan. Aku teringatkan suatu waktu ketika kita masih sering menghabiskan waktu bersama memandang bintang dan bulan dengan takjub mengagumi keagungan Tuhan. Melayangkan angan-angan untuk sampai kesana suatu saat nanti.

Suatu siang ketika ku kerap bercengkrama dengan sang maha hari. Aku teringatkan suatu waktu ketika kita masih sering mengabiskan siang dengan bermain bersama burung-burung yang beterbangan kesana kemari memamerkan kebebasan mereka. Melayangkan angan-angan untuk bisa terbang layaknya burung yang bebas pergi kemanapun tanpa takut tersesat.

Suatu pagi ketika ku acap kali harus bersantap bersama fajar yang menyingsing. Aku teringatkan suatu waktu ketika kita masih sering menyongsong pagi dengan mendendangkan syair yang lautan ciptakan bersama ombak dan karang. Melayangkan angan-angan untuk bisa menyeberangi seluruh lautan yang ada dengan kekuatan layaknya ombak dan ketangguhan seperti karang.

Tapi sekarang, aku sudah lupa bagaimana cara mengkhayal kawan. Sesuatu telah hilang dariku, sesuatu yang dulu kita banggakan. Sesuatu itu telah tergantikan, dengan seseorang. Aku ingin kembali dapat berkhayal bersamamu, tapi kali ini, akan ku ajak seseorang itu..

Senin, 25 Oktober 2010

secangkir kopi

malam ini kawan, seperti biasa malam yang dingin hadir menemaniku berlarut-larut di dalamnya. seperti biasanya, ku hadirkan secangkir kopi untuk kita bersama..kita tenggak semua kopinya sampai tandas tak bersisa. hanya setetes saja yang masih tertinggal di sana, di dasar cangkir kopi kita yang hampir kosong itu. semut tak akan berani mengerubutinya, cicak tak akan sampai di dasarnya, dan tikus tidak akan sukan dengan rasanya.. biarkanlah tetap disana kawan. biar di sana, agar selalu bisa mengingatkan kita tentang kita. tentang sebuah cangkir yang menghadirkan kita didalam kopinya. saat ini telah hampr kosong kawan... kapan akan kita isi kembali??

Kamis, 01 April 2010

tak mau tak tahu

Bagaimana aku bisa benci?
aku bahkan tak punya hak untuk itu
Bagaimana aku bisa benci?
sedang aku tak tahu dimana aku harus berdiri
Bagaimana aku bisa benci?
padahal aku tak tahu apa-apa tentang ini
Bagaimana aku bisa benci?
padahal kau aku aku ini hanya anak kecil
yang masih akan menangis bila seseorang menyakitiku

Bagaimana aku bisa benci?
aku hanya....
Tak habis pikir..!!

Ku putar-putar terus dalam memori otakku seperti memutar film misteri yang tak dapat ku pecahkan akhirnya walau sebanyak apapun aku memutarnya. Aku hanya benar-benar tak habis pikir.....,tentang waktu.

Seperti apa konsep waktu yang sebenarnya? Mengapa ia tak pernah memperlihatkan wujudnya dan hanya bersembunyi di belakang jam dinding rumahku? Mengapa ia tak pernah mau mendatangi masa lalu? Dan mengapa ia denagn sangat sukses berhasil mengubah seseorang, meniadakan rasa sedih, susah, sayang, benci, cinta, marah atau dendam?
atau malah membangkitkannya?

Hmmmm...Aku tak tahu. Tapi semakin paham mengapa aku tak bisa benci. Karena ternyata kau tak tahu apa-apa tentang semuanya. Tentang bagaimana harus menghadapi apa yang terus terjadi dalam hidup. Hanya orang-orang seperti dirimu yang tahu. Mungkin nanti....

Kamis, 04 Februari 2010

tak kenal apapun

sungguh aku ini tak tahu apa-apa tentang semuanya

tak mengerti apapun
tak mengenal siapapun
tak bisa melakukan apapun


aku tak pernah pedulikan apapun yang ada disekitarku
aku tak permasalhkan yang bukan permasalahanku

aku ini sebenarnya bagaimana?
aku ini selalu berdiri jauh dari lembah dunia
aku ini selalu saja hanya memandang dari lereng gunung kapur
memandang hanya pada satu desa pada lembah hijau disana

takut untuk mendekat
takut pada mereka yang ada disana
takut pada apa yang akan kulihat nanti disana
selalu takut itu akan melukaiku
menyakitiku
menghancurkanku
meremukkan raga jiwa ku
menyayat hati kecilku

tak mau
tak mau terjadi
tak mau itu menimpaku
tak mau

Sabtu, 12 Desember 2009

sewaktu-waktu

sewaktu-waktu aku tak ada lagi
untukmu


sewaktu-waktu kau tak ada lagi
untukku

sewktu-waktu tak ada lagi kesempatan
untuk kita